• Informasi Tayan Hulu

    Dalam Situs ini kami akan bergai informasi yang terjadi di seputar Kecamatan Tayan Hulu.

  • Kriminal

    Kami juga akan menyajikan Informasi Kriminal yang terjadi di Seputar Kabupaten Sanggau.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

RITUAL NOTO'NK DAYAK PERUAN KAMPUNG MAK POMPONG KECAMATAN TAYAN HULU

Foto Bersama Ketua DPRD Kab. Sanggau dan Masyarakat Adat Penyelenggara Noto'nk di Mak Pompong
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot.com
Mak Pompong, seputartayanhulu.blogspot.com - Sudah menjadi agenda rutin dikampung Mak Pompong Desa Janjang Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau, setiap tahunnya merayakan acara Ritual Adat Noto'nk. Kali ini kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus tepatnya pada Jumat 06/09/19 sampai dengan Minggu 08/09/19 lalu.

Foto Bersama para Kamang atau Penari Roh
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot.com
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Adat setempat guna menghormati roh leluhur yang berjasa di kampung ini pada zaman purbakala.

Penghormatan ini dilakukan dengan cara menyelenggarakan Ritual Adat Sakral Noto'nk (Ritual Pemberian makan kepada Tengkorak Kepala milik leluhur Masyarakat setempat).


Foto Bersama Menghadap Tengkorak Kepala Panglima Sina dan Perangkat Ritual Noto'nk
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot.com
Pemberian makan ini dilakukan lantaran Masyarakat Adat setempat meyakini/mempercayai bahwa Roh yang Mendiami Tengkorak Kepala dari leluhur mereka masih hidup dan ada bersama-sama dengan mereka.

Roh Leluhur ini diyakini Masyarakat menjadi pembatu mereka dalam kehidupan sehari-hari, ketika ada anggota dari masyarakat setempat yang mengalami nasib untung dan malang.

Kegiatan kali ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Bpk. Jumadi, S.Sos dan PJ Kepala Desa Janjang Bertus.

Pemukulan Gong Penutup Rangkaian Kegiatan Noto'nk oleh Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Bpk. Jumadi, S.SosFoto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot.com
Dalam kesempatan itu Ketua DPRD kabupaten Sanggau Bpk. Jumadi, S.Sos menyampaikan "bahwa ini adalah kegiatan tahunan yang selalu dilakukan oleh masyarakat disini, sy sebagai ketua DPRD memang setiap tahun hadir disini. Nah, yang saya tahu secara khusus di Sanggau dan Kecamatan Tayan Hulu Desa Janjang hanya yang masih melaksanakan Noto'nk itu di dusun Mak Pompong, ini yang saya tahu" sampainya.

Beliau menambahkan "inikan suatu tradisi yang sakral yang belum tentu semua dusun ada, dan saya menyambut sangat baik ini pelestarian budaya seperti ini. Noto'nk ini boleh kita kategorikan dengan istilah bahasa memberi makan, memberi makan tengkorak. Namun yang ada saat ini khusus di dusun Mak Pompong ini, tengkoraknya tidak utuh karena dimakan waktu sudah begitu lama. Tetapi masyarakat masih melakukan ini, melestarikan Noto'nk ini setiap tahun. Harapan saya ini selalu dilestarikan dalam rangka menunjukkan tradisi Masyarakat Dayak yang ada di Sanggau ini. Ini yang tentunya harus diketahui oleh kaum muda Dayak, supaya generasi muda ini tau bahwa ini loh tradisi Dayak zaman dulu, orang-orang tua dulu bekayau-ngayau sehingga terjadilah Noto'nk" tambahnya.

Persiapan Pembacaan Mantra/Pamang (Doa Kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui bantuan Roh Para Leluhur
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot.com
Hal senada juga disampaikan oleh PJ Kepala Desa Janjang Bertus, beliau sangat mendukung kegiatan seperti ini diselenggarakan dan dilestarikan "ini memang perlu dilestarikan betul-betul ini, karena biasa Noto'nk ini bukan hanya khusus di dusun ini sendiri tapi mayoritasnya Kedesaan. Tapi diawal kemudian tahun nanti saya dorong semualah masyarakat yang ada di Mak Pompong, harus bersatu, berjiwa tanggungjawab, bekerjasama harus ada gotong royong. Mengingat tradisi-tradisi seperti inilah yang perlu kita galakan kedepan, masukan program dianggaran-anggaran kedepan seperti DD, ADD maupun dianggaran Kabupaten diajukan dalam bentuk proposal" sampainya.

Dikesempatan yang sama Ketua Panitia Yohanes Ciah, menyampaikan ucapan terimakasih kepada para hadirin undangan serta seluruh masyarakat setempat, yang sudah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. "Kami ucapkan terimakasih kepada Ketua Dewan Kabupaten Sanggau Bpk. Jumadi, S.Sos dan bersama dengan Kesra Kecamatan Tayan Hulu dan sekaligus PJ Desa Janjang, sy mengucap terima kasih atau syukur kepada bapak ibu yang hadir saya undang pada acara ini" sampainya.

Kegiatan Noto'nk diawalai dengan ritual pembuka yang oleh Masyarakat Adat setempat disebut "NYOLOR" pengambilan Tengkorak Kepala dari tempat penyimpanan khusus yang disebut Panca (Pondok Kecil tempat penyimpanan benda-benda pusaka keramat).

Kemudian dilanjutkan dengan Ritual "MOGO" Membunuh babi (Ngubes Wek) dengan dengan Tombak Pusaka dan Membawa Ayam Jantan menari sebelum dibunuh dengan cara di pillas lehernya, dilanjutkan Ritual "TOTO'NK" yaitu ritual Mengumpan Tengkorak dari Leluhur kemudian dilanjutkan dengan Ritual penutup yaitu Ritual "NGANYUT PERAHU AMOT" Ritual ini di maksud untuk membuang Sial dan Sakit Penyakit dengan cara menghanyutkan perahu mini yang di buat khusus untuk Acara ini.

Menurut kepercayaan Masyarakat Adat setempat Ritual Gawai Noto'nk ini dilaksanankan untuk memberik makan Roh Leluhur serta memandikan Tengkorak Leluhur yang dianggap melindungi warga kampung dan anak cucu dari segala marabahaya, Ritual ini juga sebagai Doa untuk minta salamat tuah rajaki dijauhkan dari marabahaya serta hama penyakit yang menganggu segala tanaman dan manusia serta meminta hasil padi yang Melimpah Ruah ditahun yang akan datang.



Share:

BID 2019 CLUSTER III : WUJUDKAN DESA YANG MAJU MANDIRI DAN TERDEPAN

Foto : Hendrikus Hendi
Tayan Hulu (STH) - Setelah mempersiapkan berbagai hal akhirnya Bursa Inovasi Desa tahun 2019 untuk Cluster III yang terdiri dari Kecamatan Parindu, Tayan Hulu dan Balai terselenggarakan dengan baik. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Yayasan Cahaya Kemuliaan Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau pada Kamis,22/08/2019.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Sanggau yang dalam hal ini diwakili oleh sekretaris DPM-Pemdes Kabupaten Sanggau Bpk. Rizma Aminin; Perwakilan DPM-Pemdes Provinsi Kalbar; Kepala OPD Kabupaten Sanggau atau Pejabat yang mewakili; Camat Tayan Hulu Drs. Anselmus; Forkompincam; Para Kades; BPD; Tokoh Adat; Tokoh Agama dan undangan lainnya.

Kemudian hadir juga dari Tim P3MD yaitu TAM PPID (Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa) Prov. Kalbar Bpk. Joni Riduin; TAM PKPID (Tenaga Ahli Madiya Pengembangan Kapasitas Program Inovasi Desa) Prov. Kalbar Bpk. Nanang Yunani; Koordinator P3MD Kab.Sanggau sekaligus TA PMD Bpk Abdul Kadir,Sp; Para TA P3MD Kab. Sanggau; Para PD, PLD serta para TPID Secluster III Kecamatan Parindu, Tayan Hulu dan Balai Batang Tarang.

Pada kesempatan tersebut Camat Tayan Hulu, Anselmus menyampaikan terimakasih kepada tim inovasi desa yang telah memilih Kecamatan Tayan Hulu menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan bursa inovasi desa cluster III.

“Kita harapkan dari pelaksanaan bursa inovasi desa ini akan bisa melahirkan program-program yang benar-benar mendukung pembangunan desa dengan melalui dana pusat. Dengan kegiatan ini juga berharap terjalinnya sinergisitas mulai dari tingkat bawah yakni pemerintah desa, pemerintahan kecamatan, pemerintahan provinsi hingga pemerintahan pusat menjadi satu garis lurus dan mempunyai tujuan yang sama melalui sinergisitas tersebut,” kata Camat Tayan Hulu Anselmus.

Pada kesempatan yang sama, sebelum dibuka secara resmi oleh Bupati Sanggau dalam hal ini diwakili Sekretaris DPM-Pemdes Kabupaten Sanggau, Rizma Aminin menyampaikan pada intinya sama dengan apa yang sudah disampaikan oleh Camat Tayan hulu yakni agar kita fokus, komit dan mempunyai semangat untuk memajukan desa.

“Kegiatan bursa inovasi desa pada prinsipnya sebagai upaya dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembangunan dari dana desa dan alokasi dana desa,” jelas Sekretaris DPM-Pemdes Kabupaten Sanggau Rizma Aminin.

Kegiatan bursa inovasi desa yang dilaksanakan merupakan melihat dari daerah lain yang sudah berhasil, sehingga untuk didokumentasikan dan disosialisasikan agar bisa penukaran pikiran, untuk menjadi acuan dalam pembangunan desa yang maju dan mandiri.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Presiden RI bahwa pembangunan dimulai dari pinggiran atau desa, sehingga pemerintah menempatkan desa sebagai garda paling depan soal pembangunan. Perlu disampaikan juga bahwa kegiatan bursa inovasi desa ini bukan merupakan semata-mata untuk menghabiskan anggaran dan bukan untuk mensukseskan program pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten, akan tetapi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa,” tegasnya.

Lanjut dikatakannya, ketika membangun maka harus fokus, karena kalau bukan kita yang membangun daerah kita sendiri, maka jangan pernah mengharapkan orang lain untuk membangun.

“Maka dengan melalui program pemerintah ini, agar bisa dimanfaatkan dengan baik, agar terwujudnya masyarakat di perdesaan yang maju dan mandiri. Perlu disampaikan juga bahwa rajin-rajinlah berkoordinasi, karena kita tidak bisa kerja sendiri. Maka dari itu perlu koordinasi secara berkelanjutan dan berkesinambungan dengan OPD-OPD yang ada di Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rizma Aminin selaku Sekretaris DPM-Pemdes Kabupaten Sanggau mengatakan yakin dengan kehadiran kita pada kesempatan ini, memiliki komitmen yang sama, yakni; untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan terdepan.

Setelah menyampaikan sambutan-sambutan kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan Pita oleh Camat Tayan Hulu dan Sekretaris DPM-Pemdes untuk menuju stand Bursa A,B dan C yang menawarkan berbagai menu Nasional Bidang Infrastruktur, Kewirausahaan dan Sumber Daya Manusia.

Dipenghujung acara Bursa Inovasi Desa ini, panitia menyampaikan beberapa laporan terkait partisipasi kehadiran desa-desa secluster III.

Berikut laporan kehadiran Desa di acara BID Cluster III tahun 2019 :
1. Tayan Hulu jumlah desa ada 11 desa, kehadiran desa ada 11 desa dengan jumlah peserta 32 orang yang terdiri dari laki-laki 28 orang dan perempuan 4 orang.
2. Parindu jumlah desa ada 14 desa, kehadiran desa ada 13 desa dengan jumlah peserta 32 orang yang terdiri dari laki-laki 26 orang dan perempuan 6 orang.
3. Balai jumlah desa ada 12 desa, kehadiran desa ada 13 dengan jumlah peserta 32 orang yang terdiri dari laki-laki 30 orang dan perempuan 2 orang.


Sedangkan penempelan kartu smile yang terbanyak dari bursa A adalah nomor 12 Sarana Olah Raga Desa (Sorga Desa) dengan jumlah smile tertempel sebanyak 25 smile. Untuk bursa B adalah nomor 17 Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Wisata Melalui BUMDesa sebanyak 15 smile tertempel dan untuk bursa C adalah nomor 6 Pos Gizi Ibu Hamil untuk Penanganan Stunting sebanyak 28 smile tertempel. Dan untuk keseluruhan smile terpasang ada 237 smile terdiri dari Infrastruktur 73 smile, Ekonomi 85 smile dan PSDM ada 115 smile.





Share:

HIMAS 2019 MERAUKE : LESTARIKAN ADAT GUNA MEMPERERATKAN SILAHTURAHMI TNI-MASYARAKAT

#Bersama Suku Kanum, Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Divif 2 Kostrad Peringati Hari Internasional Masyarkat Adat Sedunia (HIMAS)#

Sumber : Info Media Indonesia
Pendiv2 - Pos Rawabiru Satgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad bersama Suku Kanum gelar acara peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) bertempat di kampung Rawabiru, Distrik Sotta, Kab.Merauke. Jumat (9/8).

Perayaan HIMAS digelar setiap tanggal 9 Agustus oleh PBB dan Masyarakat Adat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam perayaan di Kampung Rawabiru hari ini di isi dengan kegiatan kirab keliling kampung sambil memainkan alat musik khas suku Kanum, tarian adat dan bernyanyi bersama dengan di akhiri dengan acara makan-makan bersama di Pos.

Sumber : Info Media Indonesia
Komandan Pos Rawabiru Letda Inf Raden Adityas menyampaikan, kita bersama-sama warga kampung Rawabiru mengadakan acara peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia sebagai bentuk melestarikan budaya adat guna mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat.

Sementara itu Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., mengatakan kegiatan yang di laksanakan di Pos Rawabiru bersama Suku Kanum merupakan salah satu upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui budaya adat.

“Kita (Satgas) akan selalu membina hubungan baik dengan masyarakat, salah satu nya adalah dengan melestarikan budaya adat setempat, sehingga kedepan akan tercipta ikatan kekeluargaan yang kuat antara Satgas dan Masyarakat di sekitar pos,” ungkap Dansatgas.

Bapak kepala suku Harun Khoi Dimar menyampaikan, ucapan terimakasih banyak kepada bapak TNI dari Satgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad yang telah menyelenggarakan acara peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia di kampung Rawabiru, semoga semakin memperat hubungan silaturahmi kita semua.

Sumber : Info Media Indonesia - TNI



Share:

PERAYAAN HIMAS 2019 DIKUALA DUA : PEMERINTAH DAN PEGIAT SOSIAL DORONG PENGAKUAN HAK-HAK MASYARAKAT ADAT

Foto Bersama Penyerahan Tempayan dan Topi Panglima Dayak kepada Perwakilan Pemda Provinsi Bpk. Hermanus, M.Si dan Beberapa Kepala OPD di Kabupaten Sanggau sebagai bentuk penyerahan Tanggungjawab bersama untuk Menjaga, Melestarikan dan Melindungi Hak Cipciptaa.
Foto : Hendrikus Hendi
Kuala Dua - Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang diselenggarakan  oleh Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan CiptaanNya (JPIC Bruder MTB) bekerja sama dengan KOMPRA, DAD Kec. Kembayan dan Pemda Kabupaten Sanggau serta didukung oleh beberapa NGO/Organisasi Masyarakat Sipil yaitu PPSDAK, WALHI Kalbar, PPKS, AMAN Kalbar, Elpagar dan KKDS yang dilaksana mulai Kamis 08 Agustus hingga Jumat 9 Agustus 2019 lalu akhirnya dapat terlaksana.

Perayaan HIMAS tahun 2019 ini mengangkat tema Nasional "Meneguh Tekad Memperkuat Akar dan Mengedepankan Solusi" sedangkan untuk tema khusus daerah Kalimantan Barat, mengingat saat ini dikalbar khususnya kabupaten Sanggau sedang berlangsung Program redistribusi TORA, sehingga perayaan HIMAS tahun ini mengangkat tema "Percepatan Reforma Agraria, Penyelesaian Konflik Agraria dan Lingkungan Hidup Dalam Upaya Perlindungan, Penghormatan serta Pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Kalimantan Barat"

Foto Registrasi Tamu Undangan Pejabat Prov dan Kabupaten.
Foto : Hendrikus Hendi
Hadir pada kegiatan ini Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Drs. Hermanus, M.Si; Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si sekaligus juga Ketua DAD Kabupaten Sanggau; Kanwil BPN Provinsi yang diwakili oleh Kepala Bidang Penataan Pertanahan Bpk. Sigit; Tokoh Masyakarat Kalbar Bpk. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si; beserta OPD Sanggau Kadis DPMPemdes Bpk. Siron; Kepala BPN Sanggau Yuliana; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Ir. Basita Ginting, Camat Kembayan Drs. Inosensius Nono, Danramil Kembayan serta Lembaga NGO-Organisasi Masyarakat Supil serta tidak kurang 300an tamu dan undangan lainnya.

Kegiatan HIMAS 2019 ini diawali dengan sambutan Panitia hingga Pejabat-Pejabat daerah yang hadir dan dilanjutkan dengan seminar dan lokakarya.

Pemukulan Gong tanda Pelaksanaan HIMAS 2019 Terlaksanakan.
Foto : Hendrikus Hendi
Dalam sambutannya sekaligus laporan Ketua Panitia Alexander Cion menyampaikan "bahwa dasar kita merayakan Hari Masyarakat Adat Sedunia ini adalah landasan Teologis dan Spiritual", beliau menambahkan lagi "Paus Paulus Yohanes II mengajak kita melakukan Pertobatan Ekologis. Artinya ada kesadaran baru akan asal usul alam beserta isinya dari tangan Sang Pencipta yang satu, kita saling menjaga dan memelihara. Kita manusia milik alam (mahluk ekologis) dan ekologi adalah rumah kita. Kesadaran akan cara baru, bukan lagi "eco-logi" (antroprosentrisme) melainkan "eco-logi' merawat rumah kita bersama" sampainya.

Menjadi Tujuan dan Capaian pertemuan ini adalah :

1. Mendorong peserta mendapat informasi, kesadaran kritis dan menyeluruh untuk menumbuhkan pertobatan baru, berkomitmen mewujudkan Keadilan, Perdamaian (Justice and Peace) serta keutuhan ciptaaNya.

2. Mendorong peserta berinisiatif dan berupaya untuk mewujudkan penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam, lingkungan hidup serta memulihkan ekologi sebagai rumah bersama.

3. Mengoptimalkan instrumen, peran dan mekanisme yang telah dibangun untuk berkolaborasi mencapai program bersama.

4. Mendorong proses dan belajar bersama untuk menguatkan komunitas/basis sebagai Masyarakat Hukum Adat atau organisasi rakyat.

5. Memperkenalkan Website JPIC-Bruder MTB/CFH sebagai sarana pemberdayaan, media informasi dan promosi internal dan eksternal ditingkat lokal dan global.

6. Merevitalisasi, transpormasi dan pemberdayaan serta promosi adat budaya Dayak serta kearifan lokal yang masih hidup, tumbuh berkembang sebagai identitas suku bangsa.


Dikesempatan yang sama Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Drs. Hermanus, M.Si menyambut baik atas terlaksananya Perayaan HIMAS Kalbar tahun 2019 ini. Beliau menyarankan agar kegiatan ini dijadikan agenda tahunan, sehingga bisa disuport oleh Pemerintah Daerah.

Kata sambutan oleh Perwakilan Pemprov Kalbar Bpk. Drs. Hermanus, Mau
Foto : Hendrikus Hendi
"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dijadikan agenda tetap, juga bisa disuport oleh Pemerintah Daerah, tinggal bagaimana Pemerintah Daerah nanti bisa apakah melalui Bantuan Sosial, Hibah atau dikemas dalam bentuk kegiatan pada SKPD terkait" sampainya.

Beliau menambahkan pula "Dengan dukungan kita semua dan Pemerintah kabupaten Sanggau, sehingga komitmen kita bersama untuk bagaimana memberikan sebuah Pengakuan, Penghormatan dan Perlindungan Masyarakat Adat semakin lebih nyata lebih baik.


Nah kalau PBB saja sudah memberikan Pengakuan terhadap Hak-Hak Masyarakat Adat, nah masa Pemerintahan Daerah tidak memberikan Pengakuan dan Penghormatan, termasuk juga Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat" Pungkasnya.


Sementara itu Direktur Institut Dayakologi (ID) Krissusandi Gunui menyampaikan bahwa Institut Dayakologi melihat persoalan tumpang tindih ijin pengelolaan tanah diwilayah Kalimantan Barat ini banyak terjadi, sehingga tidak heran jika luas perijinan kadang melebihi luas wilayah pada satu wilayah kabupaten.

Penyampaian Materi Seminar dan Lokakarya oleh Direktur ID Bpk. Krissusandi Gunui
Foto : Hendrikus Hendi
"Persoalan tumpang tindih diwilayah Kalimantan Barat ini luar biasa, ada sawit diatas sawit, adat tambang diatas tambang dan kadang ada kawasan hutan serta segala macam tumpang tindih. Persoalan ini lah yang perlu untuk diselesaikan oleh Pemerintah dengan mengedepankan sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat" pungkasnya.
Ia melanjutkan "Pemda Sanggau punya visi misi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan berbasiskan nilai-nilai kearifan lokal, itu artinya mengedepankan nilai-nilai Adat Masyarakat setempat" lanjutnya.

Dengan visi misi Pemda kabupaten Sanggau ini Masyarakat Adat setempat memiliki pengharapan untuk memperoleh Pengakuan Masyarakat Hukum Adat dari Pemerintah.

Beliau menambahkan "Kemudian terkait penguasaan tanah dan bukit-bukit di Kalimantan Barat secara pribadi dikampung-kampung, Institut Dayakologi menyarankan agar Lembaga Adat (LA) mulai dari DAD, Temenggung dan Lembaga Adat lainya ditingkat bawah agar diperkuat Hukum Adatnya untuk melindungi tempat-tempat khusus, keramat dan tanah-tanah Adat yang mau dilindungi dengan satu Hukum yang baru yaitu Hukum Adat Perlindungan dan Pelarangan penjual-belian tanah air kita" sampainya.

Kenapa bukit dan hutan perlu dijaga, dipelihara dan dilindungi, hal ini tentu karena Bukit dan Hutan memiliki fungsi bagi Masyarakat Adat yaitu sebagai :

1. Fungsi bagi kepentingan Ekonomi.

2. Fungsi Lindungnya untuk Konservasi.

3. Fungsi spritualnya untuk dikeramatkan.


Krissusandi melanjutkan "Intinya Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia harus kita dorong untuk memperkuat identitas, memperkuat wilayah dan memperkuat Hukum dengan begitu kita berkontribusi untuk menjaga identitas dan eksistensi sebagai Masyarakat Adat" tambahnya.

Ia menegaskan "Kita dianggap berhasil bilamana mampu memperjuangkan wilayah dan tanah masyarakat, mampu memperkuat Adat-istiadat yang ada serta mampu memperkuat Lembaga-lembaga Adat yang sudah ada dikampung-kampung" tegasnya.

"Tugas kita sebagai pegiat Masyarakat Adat, Lingkungan Hidup dan Pertanahan, mari bekerjasama untuk mengembalikan hak-hak rakyat dalam bentuk Tanah Adat kepada masyarakat, kembalikan Hak Adat kepada Hak Adat sedangkan Hak Pribadi kepada Hak Pribadi" pesannya.

Penjelasan makna Keramat oleh Br. John De Deo, MTB
Foto : Hendrikus Hendi
"Keramat itu adalah tempat-tempat yang diyakini oleh orang kita sebagai tempat perjumpaan orang Dayak dengan Sang pencipta. Keramat juga adalah sebagai sarana-sarana yang dipakai oleh orang Dayak untuk berdoa kepada Sang Pencipta dimasa lalu. Keramat-keramat ini menunjukan kepada kita adanya nilai-nilai serta semangat Dayak yang melekat kepada Sang Pencipta"

Perangkat Adat Dayak di Bori Tajou Obih Odiep Bruderan MTB Kuala Dua
Foto : Hendrikus Hendi
Tantangan terbesar Dayak di jaman ini adalah wilayah, hutan tanah air kita ini sudah semakin tipis. Tantangan kedua anak muda kita sekarang itu semakin jauh dengan kebudayaannya. Yang ketiga kaum perempuan kita ini banyak dieksploitasi menjadi kuli-kuli di perusahaan.

Sedangkan Lembaga adat kita belum cukup kuat dalam melindungi, menjaga wilayah serta tanah adatnya serta menjalankan tugas nya sebagai Pengurus Adat (kepercayaan untuk menjalankan amanah).
Kris Gunui menjelaskan alasan Institut Dayakologi masuk sebagai tim Reforma Agraria karena ID menilai Identitas Dayak itu tidak bisa terlepas dari tanah, TIDAK ADA TANAH, TIDAK ADA IDENTITAS" Pungkasnya.
Share:

PEMANTAPAN PANITIA BID 2019 CLUSTER III KABUPATEN SANGGAU

Pengarahan oleh TA Pemberdayaan Partisipatif P3MD Kab. Sanggau Bpk. Junaidi
Foto : Tim TPID Cluster III
Tayan Hulu (STH) - Para PD, PLD beserta para TPID Wilayah III yang terdiri dari Kecamatan Tayan Hulu, Parindu dan Balai Batang Tarang melaksanakan Rapat Pemantapan Panitia Kegiatan Bursa Inovasi Desa Cluster III yang seyogianya akan dilaksanakan pada Kamis 22 Agustus 2019 mendatang.

Rapat Internal yang dilaksankan pada Senin 19/08/19  ini membicarakan banyak hal untuk persiapan pelaksanaan kegiatan BID 2019 Cluster III yang dipusatkan di Kecamatan Tayan Hulu diantaranya Penentuan Lokasi kegiatan, Persiapan undangan, penysunan acara dan berbagai persiapan lainnya yang perlu untuk dipersiapakan.

Suasana Meeting PD, PLD dan TPID Cluster III Kab. Sanggau
Foto : Hendrikus Hendi
Hadir pada Rapat ini Anggota Tim Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tenaga Ahli Pemberdayaan Partisipatif Bpk. Junaidi, dalam Rapat ini beliau menyampaikan banyak pengarahan terkait pemantapan kegiatan.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa ini nanti diharapakan, bukan hanya menjadi ajang acara seremonial saja. Namun tujuan utamanya adalah sebagai acara yang diharapkan bisa menjadi Komitmen Desa-desa yang akan hadir pada kegiatan itu untuk menentukan serta memilih program-program Inovasi desa yang sesuai dengan situasi desa masing-masing.





Share:

PEMBUKAAN KEGIATAN HARI MASYARAKAT ADAT SEDUNIA 2019 DI KUALA DUA BERJALAN HIKMAT

Acara Ritual Adat Pembukaan Mubes-Seminar dan Lokakarya dalam Rangka HIMAS 2019 di Bori Tajou Bih Odiep.
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

seputartayanhulu.blogspot - Pelaksanaan Ritual Adat Pembukaan dan Misa Pembukaan Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2019 di Bori Tajou Bih Odiep kompleks Bruderan MTB Kuala Dua Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau pada Kamis 08 Agustus 2019 telah di terlaksanakan dengan penuh Hikmat.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga malam hari ini di isi dengan beberapa acara yaitu Ritual Adat Pembukaan, Misa Pembukaan serta penampilan Pentas Seni Budaya oleh anak-anak dan Remaja/OMK Kuala Dua Kecamatan Kembayan.

Sebagai Imam Ritual/Tukang Pomang saat acara Ritual Adat Pembukaan kegiatan adalah Bpk.GARI yang berasal dari Dusun Tapang Raya, Desa Tanap, Kecamatan Kembayan kabupaten Sanggau.

Adapun maksud dari Ritual Adat Pembukaan ini dilaksanakan adalah sebagai bentuk penyampaian dan penghormatan kepada Roh leluhur yang menghadiri kegiatan ini agar dapat bersama menyatu dalam kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua hari ini.

Kemudian pada pukul 16.00 wib acara dilanjutkan dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Pastor Marselinus Ariyanto OFM.Cap.

P. Marselinus Ariyanto, OFM.Cap saat memimpin Misa Pembukaan HIMAS 2019
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

Dalam Kata Pembukaannya Pastor Marsel menyampaikan "sebagai orang yang juga memiliki adat-budaya yang tetap perlu kita jaga kita pelihara, kita lestarikan, Yesus juga mengatakan AKU DATANG BUKAN UNTUK MENIADAKAN, TETAPI UNTUK MENYEMPURNAKAN, apa itu yang ada dalam diri kita termasuk adat-budaya yang ada, maka bapak/i Sdr/i seraya kita merayakan Ekaristi Kudus ini mari kita juga ingat akan jati diri kita, bahwa kita lahir dari budaya kita masing-masing yang tentu senantiasa kita junjung, maka dengan Ekaristi Kudus ini mari kita senantiasa ingat bahwa Sang Sumber Hidup yang menanamkan kebudayaan itu sendiri dalam diri kita, yang menanamkan adat itu sendiri bagi diri kita kiranya sungguh menjadi Sumber Kehidupan kita, kiranya sungguh menjadi Air Hidup yang memberikan kehidupan" sampainya.

Setelah Misa, acara dilanjutkan dengan penampilan pentas Seni Budaya tarian daerah setempat yang ditampilkan oleh anak-anak setempat.

Lengkap sudah Pembukaan kegiatan dilaksankan dengan mengangkat tradisi lokal setempat serta sinergitas keagamaan, sehingga menimbulkan kesan Hikmat dan Damai.

Hendrikus Hendi bersama Bruder Gerardus,MTB Ketua JPIC MTB
Foto : Hendrikus Hendi seputatartayanhulu.blogspot
Perangkat Adat Dayak di Bori Tajou Bih Odiep
Bruderan MTB Kuala Dua
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

Generasi Muda adalah Masa Depan Bangsa
Membudayakan Generasi Muda Agar Tidak Lupa dengan Adat dan Budaya Lokal Setempat.
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot
Usia Dini adalah Usia yang paling tepat untuk mendidik Generasi Masa Depan, agar menjadi Manusia yang Beradat dan Berbudaya.
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

Share:

KPA, AMAN dan SAWIT WATCH FASILITASI LOKAKARYA PERCEPATAN PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA DI KALIMANTAN BARAT

Foto Bersama Bpk. Usep Setiawan Staf Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Perwakilan Kantah BPN Prov Kalbar, Kakantah BPN Kabupaten Sanggau beserta Aktivis-aktivis Pro Reforma Agraria.
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

seputartayanhulu.blogspot - Pontianak Kalbar - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Sawit Watch (SW) memfasilitasi Lokakarya Kolaborasi Masyarakat Sipil dan Pemerintah Daerah Guna Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria, Penyelesaian Konflik Pertanahan serta Pengembangan Model Reforma Agraria di Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak pada Jumat 19/07/19 lalu.

Kegiatan ini mengundang 13 peserta Kementrian/Lembaga dari Pemerintah serta 10 peserta Lembaga/Individu dari Jaringan Lembaga LSM/NGO yang proaktif terhadap pelaksanaan Reforma Agraria serta beberapa peserta dari unsur Masyarakat yang menjadi Subjek dalam pelaksanaan Objek Reforma Agraria di Kalimantan Barat.

Penyerahan Buku Dokumentasi Seputar Reforma Agraria oleh KSP kepada Pemprov Kalbar
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

Kegiatan yang menghadirkan Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden Bpk. Usep Setiawan yang sekaligus dalam proses hingga pelaksanaan Reformasi Agraria ini menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria KSP, Pemprov Kalbar Bpk. Yohanes Budiman, Kanwil BPN/ATR Kalbar Bpk. Sigit dan Kakantah Kabupaten Sanggau Ibu. Yuliana serta undangan lainnya ini dimulai pada pukul 09.00 wib dan berakhir pada pukul 17.00 wib. Dengan tiga sesi sebagai berikut :


1. Diskusi topik-topik seputar Implementasi Reforma Agraria Kalbar, dipandu oleh Fubertus Ipur dari Elpagar.
2. Diskusi Penyusunan Rencana Kerja Bersama Pemerintah dan Masyarakat Sipil, dipandu oleh Krissusandi Gunui dari Institut Dayakologi.

3. Rencana Tindak Lanjut, dipandu oleh Roni Septian Maulana dari Konsorsium Pembaruan Agraria.

Dalam Lokakarya ini dibicarakan hal-hal seputar pelaksanaan Redistribusi TORA serta persoalan konflik Agraria di Kalbar. Tidak luput juga dalam diskusi bersama ini pelaksanaan Redistribusi TORA serta persoalan konflik agraria antar Masyarakat versus Koorporasi yang terjadi di wilayah Kecamatan Tayan Hulu dan Kecamatan Kembayan antar Pihak Masyarakat Adat Versus PT. Kebun Ganda Prima (KGP) juga dibicarakan.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dusun Kedian Bpk. Sinardi yang adalah sebagai anggota Perkumpulan Petani Kelapa Sawit (PPKS) Kalbar menyampaikan bahwa "Pelaksanaan Reforma Agraria/Redistribusi sertifikat program TORA yang dilaksanakan di Kedesaannya adalah pelaksanaan Reforma Agraria di kawasan perkampungan (pemukiman penduduk setempat) serta lahan kebun karet serta kebun sawit swadaya mandiri milik masyarakat setempat yang sebenarnya tidak diserahkan masyarakat, namun dicaplok menjadi bagian dalam HGU milik PT. Kebun Ganda Prima (KGP) Tampa sepengetahuan masyarakat setempat" sampainya.

Suasana Lokakarya KSP, Pemprov dan Pemkab, KPA, ID, AMAN, WALHI, Elpagar dan PPKS.
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

Selain itu ia menambahkan dari sekian luas lahan milik masyarakat yang tercaplok HGU, yang dikabarkan bahwa sudah dilepaskan oleh pihak perusahaan. Namun saat pengukurannya dilapangan, pihak BPN Kabupaten Sanggau mengalami kendala saat pemetaan, dimana objek tanah milik masyarakat yang diharap bisa di ukur dengan program TORA ini ternyata masih ada yang tidak bisa diukur karena masih belum dilepaskan oleh pihak PT. KGP dari HGU perusahaanya.

Beliau menyampaikan "masih banyak objek tanah milik kami yang tidak bisa diukur saat pengukuran oleh pihak BPN Kab. Sanggau. Hal ini menunjukkan bahwa pelepasan lahan milik masyarakat yang tercaplok HGU belum sepenuhnya dilakukan oleh pihak perusahaan".

Dalam kesempatan  itu anggota Perkumpulan Petani Kelapa Sawit (PPKS) Bpk. Sinardi berharap agar hasil dari diskusi bersama lembaga-lembaga sosial masyarakat bersama lembaga/instansi pemerintah baik KSP, Pemprov Kalbar, Kanwil BPN/ATR, Kakantah Sanggau, Dinas Kehutanan, BPKH dan Pejabat Pemerintah lainya dapat menghasilkan titik terang dari persoalan sosial antar masyarakat vs koorporasi di wilayahnya.

Sementara itu dalam sambutannya mengawali lokakarya ini, Tenaga Ahli Utama KSP Bpk. Usep Setiawan menyampaikan bahwa Kalbar saat ini menjadi perhatian khusus Kantor Staf Presiden dalam pelaksanaan Redistribusi TORA program prioritas Presiden. Hal ini dikarenakan Kalbar adalah salah satu Provinsi yang melaksanakan program Redistribusi TORA terbesar dan terluas.

Beliau menambahkan "Kabupaten Sanggau secara khusus menjadi kabupaten PIONIR untuk pelaksanaan Reformasi Agraria, dimana kami sudah berkoordinasi dengan Bupati beserta jajaran OPD-OPD nya mereka siap menjalankan Reforma Agraria dengan berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan di kabupaten Sanggau" sampainya.

Sarapan Pagi Bersama Bpk. Usep Setiawan (KSP), Tukinan dan Roni (KPA), Fubertus Ipur (Elpagar), Sinardi (Kepwil Dusun Kedian Desa Kedakas) dan Hendrikus Hendi (Sekretaris II Perserikatan Journalist Siber Indonesi - PERJOSI Kalbar)

Sekretariat Walhi Kalbar
Foto : Hendrikus Hendi seputartayanhulu.blogspot

Share:

BUPATI SANGGAU PIMPIN UPACARA HARI BHAYANGKARA DI KEMBAYAN


*Bupati Sanggau Pimpin Upacara Hari Bhayangkara di Kembayan*

STH seputartayanhulu.blogspot - Apel peringatan Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 yang dilaksanakan di halaman Polsek Kembayan berjalan khidmat, Rabu (10/7/2019). Dalam upacara itu, Bupati Sanggau Paolus Hadi, S. IP, M. SI bertindak selaku inspektur upacara.

Kegiatan apel yang mengangkat tema “Dengan Semangat Promoter Pengabdian Polri untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara”, dihadiri Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi, S. IK, MH, Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M. SI, Dandim 1204 Sanggau Letkol Inf Gede Setiawan, Kepala SKPD, Kapolsek Jajaran dan anggota Polres Sanggau dan Polsek Jajaran.


Dalam Amanat Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan Bupati Sanggau Paolus Hadi, S. IP, M. SI, mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.


Kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan Pemerintah, yaitu Asian Games, Asian Para Games, serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis.

“Seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara dengan aman, mulai dari perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Kita juga merasakan situasi kamtibmas yang kondusif, arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan terjamin di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan, Polri turut terlibat aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air,” jelasnya.

Lanjut Jokowi, Polri juga telah mengungkap berbagai kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, kemudian kejahatan lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber, lalu kejahatan berimplikasi kontinjensi seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkis, sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal logging, illegal fishing, dan tindak pidana korupsi. 

Termasuk dalam menindak kejahatan tindak pidana korupsi, sepanjang tahun 2018, Polri telah berhasil mengungkap kerugian negara senilai Rp 2,9 triliun dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.  Laporan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menunjukkan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Indeks Reformasi Birokrasi Polri mengalami peningkatan, disertai dengan keberhasilan mewujudkan 69 Zona Integritas, yang terdiri dari 64 Satker dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 5 Satker dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Hal ini menempatkan Polri pada urutan kedua Kementerian/Lembaga dengan Zona Integritas terbanyak setelah Kementerian Keuangan.

Sebelum mengakhiri amanat, Presiden RI menyampaikan beberapa instruksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas, Pertama, Terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Kedua Kedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah
dan menangani berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

“Ketiga Terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat, secara konsisten dan berkelanjutan. Keempat Tingkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum, guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Kelima Perkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dalam negeri”, jelas Bupati Sanggau Paolus Hadi, S. IP, M. SI saat membacakan Amanat Presiden Joko Widodo.

Sebagai penutup dalam pelaksanaan Apel tersebut, Bupati Sanggau mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-73, kepada seluruh anggota dan keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polres Sanggau.

Sumber : Humas Polres Sanggau


Share:

POLSEK TAYAN HULU BERI PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA DAN ETIKA BERLALU LINTAS BAGI SISWA/I SMK AGAPE

*Kanitbinmas Polsek Tayan Hulu Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMK Agape Sosok*


STH seputartayanhulu.blogspot - Maraknya penyalahgunaan Narkoba diwilayah hukum Polsek Tayan Hulu mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan tidak terkecuali instansi penegak hukum yakni Polsek Tayan Hulu Polres Sanggau, Selasa (9/7/2019).

Wakapolsek Tayan Hulu Ipda MARIANUS bersama Kanitbinmas Polsek Tayan Hulu Bripka KHON melaksanakan kegiatan penyuluhan bahaya Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMK Agape Patria Sosok.

Tidak hanya bahaya penyalahgunaan Narkoba, banyaknya jumlah kecelakaan lalu lintas yang juga menyeret korban dari kalangan siswa - siswi menjadi sorotan tersendiri bagi Kanitbinmas Polsek Tayan Hulu, pasalnya dalam kesempatan tersebut Bripka KHON juga menyampaikan materi tentang etika berlalu lintas.


Wakapolsek Tayan Hulu Ipda MARIANUS menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mencegah dan menghindarkan generasi penerus dari ancaman bahaya Narkoba.


“Sasaran para pelaku kejahatan Narkoba salah satunya adalah generasi muda termasuk anak sekolah yang biasanya cara berpikirnya masih labil sehingga dengan kegiatan positif ini diharapkan generasi muda memahami dampak Narkoba dan menjauhinya,” terang Ipda MARIANUS.

Sumber : Humas Polres Sanggau



Share:

STOP KRIMINALISASI

STOP KRIMINALISASI
MAD

Ucapan Selamat

Ucapan Selamat
Selamat Natal dan Tahun Baru

IKLAN

IKLAN
Pasang Iklan disini 0852 4996 2992

LOGO

LOGO
Garuda Pancasila

Categories

Label

Total Tayang Postingan

Mari Berkontribusi

Mari Berbagi Informasi...!!!
Tuangkan informasi di sekitar anda dengan mengirimkan Narasi/Tulisan beserta dokumentasi nya kepada Kami. di No WA.0852.4996.2992

Pages